Seminggu sebelum terpaksa harus istirahat total karena tifus akhirnya terbeli sudah tetralogi Pulau Buru karena takut kehabisan seperti yang sudah-sudah. Saya teringat bagaimana dulu waktu kuliah di Malang untuk baca buku Pram ini harus ngumpet-ngumpet dan dalam bentuk stensilan kuning lecek karena banyak pindah tangan dengan urutan cerita yang longkap-longkap tapi sekarang ada di toko buku. Berkah reformasi!!! Jadilah “Minke” yang menemani istirahat total 3 hari itu…
“MINKE”
Leave a Comment
