Berpikir Positif????

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan; Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS 94: 5-6)


Ayat tersebut saya tafsirkan bebas bahwa TUHAN mengajarkan kita untuk “berpikir positif” terhadap segala situasi dan kondisi yang kita hadapi. Menurut pendapat saya, sebagai manusia relatif lebih mudah paham tentang konsep “berpikir positif“. Jika kita dalam situasi dan kondisi, menurut penilaian manusia, adalah “situasi negatif” maka dengan “berpikir positif” kita dapat melihat sisi lain yang terang dan membuat anda termotivasi dan tidak putus asa.

Misal saat ini anda sedang menganggur atau bisnis anda sedang lesu …. bukannya anda malas tidak mau berusaha tapi sepertinya yah mentok…. Apa yang positif dari , menurut penilaian manusia, “situasi negatif” tersebut??? Anda sedang TUHAN berikan pelatihan tentang kesabaran untuk usaha atau inovasi untuk menemukan cara keluar dari kesulitan; Anda nantinya akan belajar tentang ‘rasa sukses’ karena saat ini belajar tentang ‘rasa susah’; Atau TUHAN memberi karunia ‘waktu yang lapang’ yang tidak mungkin kita dapatkan selagi sibuk untuk memperbaiki ibadah dan atau mendekatkan diri kepada-NYA.

Nah menurut saya ada lagi yang lebih sulit tentang “berpikir positif“…. Seandainya kita berada dalam sikon, menurut penilaian manusia, adalah “situasi positif” maka apa gunanya “berpikir positif” dalam kondisi yang sudah positif????

Misal anda saat ini sedang melesat karir dalam pekerjaan dan atau bisnis anda sedang lancar… Jika anda “berpikir positif” maka, biasanya menurut saya, anda akan merasa bahwa sikon ini berbentuk regresi linear dengan slope positif atau dengan kata lain anda optimis dengan masa depan… Jadi biasanya apa yang anda lakukan??? Biasanya kita akan investasi lebih besar waktu, pikiran, tenaga dan uang kita dengan keyakinan perolehan positif yang lebih besar di masa yang akan datang…. Tapi rupanya perjalanan hidup ini, lagi-lagi menurut penilaian manusia, tidak berbentuk regresi linear dengan slope positif atau negatif terus tetapi berbentuk parabola…. naik sampai satu titik tertentu kemudian turun lagi kemudian naik lagi….

Jadi saya pikir perlu juga konsep “berpikir negatif” dengan dosis yang cukup supaya tidak ‘parno’ dalam sikon, lagi-lagi menurut penilaian manusia, adalah “situasi positif“. Misal anda saat ini berkelebihan materi atau karir anda sedang melesat maka anda juga harus bersiap-siap bahwa kondisi berubah menjadi kebalikannya…

Saya berpikir bahwa buat TUHAN semua sama saja karena diciptakan-Nya “berpasang-pasangan” dan yang penting bagi DIA bagaimana manusia sebagai ciptaan-Nya bereaksi dalam bentuk syukur, sabar, tawakal, ikhtiar dan ikhlas dalam konteks vertikal ‘hablum minallah’ dan kontek horisontal ‘hablum minannas’ dan ‘hablum minalam’..

(Penulis bukan agen asuransi ataupun financial planner… jadi jangan khawatir!!!!)

4 Responses

  1. isa Says:

    Mungkin masalahnya bukan berpikir positif atau negatif. Tetapi bagaimana pola berpikir kita aligned, sesuai dengan hukum2 alam atau natural law. Natural law inilah yang harus kita temukan - ini baru langkah awal, dan - yang lebih penting dan utama - kita taati dan jadikan pedoman ketika harus memilih sikap mana yang akan diambil dalam situasi tertentu. Sebenarnya kalau dirunut lebih jauh lagi, tidak ada yang namanya positif atau negatif; yang ada hanyalah keduanya itu sekedar ujian dari Dia. Yang dituntut dari kita, kalau dapet ujian manis kita bersyukur, kalau dapet ujian pahit kita bersabar. Selebihnya? hanya memastikan setiap langkah kita sudah sesuai dg hukum alam (baca: ketetapan-Nya, sunnatullah) dan hati yang tetap berdzikir kepada-Nya. Wallahu a’lam.

  2. AA John Says:

    Isa, U got the point……

  3. tatepilot Says:

    Hi everybody! Does anybody know what is levitra? What a shirt? I go crazy about this!
    Look Here

  4. agus Says:

    menurut simbah saya katanya susah dan mdah itu datengnya bebarengan dan diri kita lah yang menentukan mau merasakan yang mana dulu karena mereka letaknya di hati kita…hmmm…ayatnya jg ada yg artinya tentang dada gitu juga kan artinya [maaf wong ndeso :)]nah katanya simbah itu susah dan mudah itu dah tumplek blek di dada kita, dan tinggal kita yang menikmatinya aja mana yang duluan. itu katanya simbahku loh..maaf kalo salah

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.