![]()
Regenerasi adalah hal yang menarik dalam sepak bola….memperhatikan seorang pemain berkembang dari seorang youngster dan menjadi superstar…. Tahun 2006, beberapa pemain yang berkompetisi di liga-liga eropa yang menunjukkan prospek cerah untuk berkembang adalah sebagai berikut:
Theo Walcott, 17, Arsenal FC
Bakat yang menjanjikan yang membuat Arsenal FC bersedia merogoh kocek-nya dalam-dalam untuk merekrutnya pada usia 16 tahun dari Southampton FC bulan Januari 2006 dengan fee yang dapat mencapai angka €17.5m. Bermain di posisi sayap, pergerakannya mengiris sayap bak kilat menciptakan sensasi tersendiri di stadion baru Arsenal.
Steven Defour, 18, R. Standard de Liège
Defour telah memantapkan dirinya dalam skuad besutan René Vandereycken’s dan bahkan popularitasnya telah melampaui Vincent Kompany sebagai bintang muda paling menjanjikan dalam sepakbola Belgia. Defour nyaris menandatangani kontrak dengan AFC Ajax di awal musim kompetisi 2006/2007, tetapi dia memilih R. Standard de Liège dengan pertimbangan bermain secara reguler dalam tim utama. Dengan kelebihannya dalam pace, visi dan umpan jauh-nya, di masa yang akan datang, menjadi playmaker untuk Belgia.
Karim Benzema, 19, Olympique Lyonnais
The Rhone, saat ini, telah berkembang menjadi klub dengan skuad yang terkuat di League-1, Prancis dan juga sukses dalam mengembangkan pemain-pemain muda berbakat. Contoh nyata adalah Karim Benzema, yang baru berusia 19 tahun pada tanggal 17 Desember, tetapi telah mencetak 3 gol di ajang UEFA Champions League. Seorang striker yang komplit, memiliki kapabilitas dalam penguasaan bola, jago dalam bola-bola atas dan mencetak gol dari beragai macam posisi, Benzema dipuji oleh Thierry Henry bahwa satu hari nanti akan meraih the Ballon d’Or. Karena masalah cedera di paha maka debut untuk tim nasional Prancis pada bulan November tertunda. Jika Olympique Lyonnais ternyata menjadi jawara pada Champions League tahun ini maka akan menjadi pencapaian luar biasa untuk anak umur 19 tahun.
Aleandro Rosi, 19, AS Roma
Rosi adalah seorang pemain sayap yang atraktif dan merupakan produk dari akademi sepakbola AS ROMA. Mampu bermain di dua sisi lapangan yang berbeda, Rosi memberikan umpan kepada Simone Perrotta untuk gol kemenangan atas Olympiacos CFP dalam debutnya di UEFA Champions League tahun ini dan juga menciptakan gol pertama di Serie A. Selain karena akselerasi dan dribbling-nya juga karena komitmennya kepada AS ROMA membuat fans menyanjungnya. Semula Rosi sudah direkrut Akademi S.S. Lazio’s pada usia 11 tahun tetapi begitu ada kesempatan pindah ke AS Roma maka dia pindah pada tahun 1998. “Hati saya adalah giallorosso. Saya sering menyanyikan lagu kebangsaan AS Roma di dalam kamar ganti Lazio”.
Cesc Fabregas, 19, Arsenal FC
Sukar dipercaya melihat permainan Fabregas dibandingkan dengan usianya yang baru 19 tahun. Tahun 2006 ini Fabregas telah berkembang menjadi seorang gelandang yang inspirasional sejak debut-nya Agustus 2004.. Ketenangan, kemampuan memberikan umpan dan bermain penuh determinasi telah membawa Arsenal mencapai UEFA Champions League final untuk pertama kali-nya.Debut internasional-nya untuk Spanyol pada tanggal 1 Maret dan bermain di keseluruhan empat pertandingan Spanyol di FIFA World Cup.
Jonathan De Guzman, 19, Feyenoord
Terpilih sebagai “Biggest Talent in the Netherlands” adalah sebuah kehormatan – tetapi sebagai orang Kanada yang memperoleh penghargaan tersebut adalah kemuskilan sampai tahun 2006 ketika gelandang dari Feyenoord Jonathan De Guzman memperoleh penghargaan prestisius tersebut. Anak muda kelahiran Ontario, yang kakak-nya Julian adalah pemain nasional Kanada, adalah seorang gelandang kreatifyang bergabung dengan the Rotterdam club pada usia 12 tahun. Menjadi pemain dalam tim utama musim lalu dan sekarang bermain reguler, menjadi pemain dengan peran penting untuk Feyenoord dalam kompetisi UEFA Cup. Marco van Basten, pelatih tim nasional Belanda pun sangat memperhatikan perkembangan permainannya dan sangat berharap bahwa De Guzman akan mengajukan permohonan menjadi warga negara Belanda
Roman Shishkin, 19, FC Spartak Moskva
Shishkin melakukan debut di tim utama pada saat Spartak dilatih Nevio Scala dua tahun lalu tetapi harus menunggu sampai musim 2006 untuk bermain reguler sebagai bek kanan. Lulusan dari Akademi Spartak, dapat bermain dalam segala posisi sebagai pemain bertahan dan juga gelandang bertahan. Memiliki tendangan jarak jauh dan kemampuan set-pieces yang baik. Saat ini adalah pemain reguler untuk tim U21 Russia, dan telah satu kali dipanggil untuk bermain di tim nasional senior.
Serdar Tasci, 19, VfB Stuttgart
Bek tengah, Serdar Tasci sejak debutnya di Bundesliga pada 20 Agustus 2006 telah menunjukkan kematangan dalam permainannya. Kuat dan tinggi serta teknis mumpuni sebagai pemain belakang, role model dari Serdar Tasci adalah Franz Beckenbauer. Serdar memiliki dua kewarganegaraan Turki dan Jerman dan kedua negara telah mengajukan pinangannya yang berakhir dengan Serdar menerima bermain di skuad Germany U21 s. Dia juga dapat bermain di posisi bek kanan dan kiri dan telah menjadi komponen utama bagi Vfb Stuttgart sebagai penantang serius Juara Bundesliga.
Sumber: UEFA.com
