Kenapa Henry Harus Jadi Kapten ARSENAL?

henry_0607everton.jpg

Ini adalah tanggapan terhadap Mas Arief dari BOLAVAGANZA untuk artikelnya “Kenapa Henry Harus Tidak Jadi Kapten ARSENAL?” di Kompas tanggal 10 November 2006

Ketika seorang Manager memilih Kapten untuk tim-nya maka pemilihannya akan berdasarkan keyakinan terhadap sang kapten akan kepemimpinan di lapangan terhadap rekan-rekan lainnya; kesamaan visi terhadap “bagaimana sepak bola harus dimainkan” ; serta karakter, nilai dan citra pribadi yang berkesesuaian. Sang Kapten jelas telah memenuhi “standar kualitas skill, fisik dan teknik” seorang pemain bola dari Sang Manager untuk memainkan sepakbola sebagaimana yang diinginkannya.

Jika berbicara tentang “Kapten Arsenal yang legendaris” dalam era sepak bola moderen, orang akan teringat kepada sosok-sosok Frank McLintock - Kapten era 70-an yang membawa ARSENAL meraih “first-double” yang pertama; Tony Adams - Kapten era 80-an yang membawa ARSENAL pertama kali meraih tropi kompetisi klub Eropa “Cup Winners Cup” dan Patrick Vieira - Kapten era 90-an dengan rekor 49 kali tak terkalahkan dalam Premiership. Dan ke-3 sosok tersebut memiliki kesamaan karakter bahwa mereka adalah “warrior“….. “para petarung” yang keras dan sepertinya “siap mati di lapangan” untuk ARSENAL….

ARSENAL
sekarang di era Wenger sesudah Vieira hengkang ke Juventus (…dan ternyata hengkang lagi ke Inter Milan sesudah Juve di-relegasi ke Serie B karena skandal “Moggiopoli”) memilih Thierry Henry a.k.a TH 14 menjadi “Sang Kapten” untuk memimpin tim muda ARSENAL era awal 2000-an (Fabregas; Van Persie; Senderos; Djourou;Toure dsb). Sosok Henry adalah karakter yang berbeda dari ke-3 Kapten Legendaris tersebut, dalam istilah Mas Arif, adalah sosok “balerina” yang gemulai dan “Gandhi” yang anti-kekerasan dan dalam kehidupan sehari-harinya pun dikenal sebagai Mr. Nice Guy. Memang 180 derajat berbeda dari Vieira…. Ingat pertandingan melawan West Ham United, sesudah pertandingan Henry bersalaman dengan Sheringham - orang yang jelas-jelas bilang klub paling dibenci di dunia adalah ARSENAL - kalaulah Vieira masih jadi Kapten jelas tidak mungkin terjadi atau bahkan sudah “baku hantam” dengan pemain West Ham…..

Menurut saya ada beberapa alasan bagi Wenger, kenapa sosok Henry “sang balerina” dan “Gandhi” dipilih menjadi Kapten Arsenal:
1. Henry dapat menjadi panutan bagi “pemain muda” ARSENAL tentang nilai “LOYALITAS”. Dan “LOYALITAS” adalah nilai kunci bagi Mr. Wenger. Kenapa Vieira hengkang dari Arsenal ke Juventus? Persoalan besarnya adalah uang dan jelas ARSENAL tidak akan mampu memberikan kontrak seperti Juventus sebagaimana dijelaskan Arsene “Profesor” Wenger dalam penjelasannya tentang kepindahan Vieira. Sedangkan Henry ditengah gonjang ganjing isyu kepindahannya ke Barcelona dan jika terjadi mungkin menjadi rekor transfer termahal tetap menyatakan kesetiaannya kepada ARSENAL;
2. Henry adalah pemain yang memiliki kesesuaian visi tentang bagaimana ARSENAL harus bermain bola dengan Mr. Wenger serta dapat menjadi panutan bagi pemain muda. Dan bagi Wenger, Henry adalah murid yang takik terhadap strategi dan taktik serta diet ketat untuk perbaikan fisik dari Sang Manager. Jika anda pernah melihat ARSENAL tahun 80-an dengan era-Wenger (1996-2006) maka anda akan melihat permainan yang jauh berbeda (for sure!!!);
3.Henry adalah contoh sukses dan legenda ARSENAL sejak bergabung 3 Agustus 1999 lewat prestasi dan pencatat rekor untuk klub-nya dalam hal mencetak gol sesuai dengan job desc-nya sebagai striker;
4.Henry adalah pilihan tepat untuk memimpin transisi ARSENAL. Menurut saya, masa depan ARSENAL adalah Fabregas, Toure, Senderos, Walcott dan deretan pemain lainnya di usia awal 20-an yang secara bertahap dibina Wenger dalam kancah kompetisi Eropa yang ketat.

Apakah Henry sebagai Kapten ARSENAL akan menjadi “legendaris” seperti McLintock, Adams dan Vieira maka waktu-lah yang akan membuktikan dengan catatan prestasi saat Henry menjadi “El Capitano”.

This is my last contract - It is where I belong” - Henry, Mei 2006
(saat mengumumkan perpanjangan kontrak dengan ARSENAL)
Tulisan ini di-dedikasikan juga untuk Del Piero dan Nedved dan pemain lainnya yang membuktikan loyalitas kepada klub-nya ditengah rayuan uang………

9 Responses

  1. chairmanbro Says:

    Haloo !

    Menarik juga ceritanya dan memang Loyalitas sangat dibutuhkan seperti Alex Del Piero dan Nedved….tapi kalau kasus Henry, saya rasa tidak ada lagi yang ngetop saat ini selain Beliau…yah sudahlah! Dia pun jadi…..

  2. AA John Says:

    Maju terus ARSENAL

  3. Cak Joyo Says:

    Hmm…kenapa Henry ? Dialah laskar terakhir pasukan arsenal di generasinya…dan tugasnya menularkan pengalaman dan kejayaannya kepada generasi ….Arsenal masa depan (fabregas..persie etc).

    Loyalitas ?!hmm…..dalam dunia profesionalisme masihkah kita hrs mengandalkan loyalitas ? …realitas+profesionalitas…mungkin akan mempersempit pengertian loyalitas…(mbuh wis mumet ! pokoke comentar hi)

  4. ilham anwar, mohammad Says:

    henry? terserah ajalah, gue bukan fansnya arsenal siyy..

  5. cute Says:

    eh dul, kalo ngga demen bola, boleh komentar juga ngga?

  6. yoel Says:

    Emang dia sich yg layak udah nggak ada yg laan, apalagi campbell juga dah cabut

  7. aa_arif Says:

    Welcome Back Henry…. 1 goal 2 assist… what a come back

  8. aa_arif Says:

    DAHSYAT…. Emirates Stadium emang angker !!!!

  9. bolanova Says:

    kunjungi http://bolanova.com

    blog sepakbola dunia, baik domestik maupun internasional. Dan hal-hal lain yang sering tidak kita dijumpai dalam pembahasan sepakbola pada situs lainnya.

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.